Cari uang di internet

Monday, May 15, 2006

POKOK-POKOK AJARAN ARISTOTELES

POKOK-POKOK AJARAN ARISTOTELES

(1) Perubahan dan Kenyataan

Baginya, ajaran Plato tentang ide dari Plato tidaklah jelas, sebab ide-ide yang tidak berubah itu tak pernah dapat menjadi prinsip perubahan. Padahal seluruh kenyataan senantiasa berubah. Maka menurutnya, yang pertama-tama harus kita ketahui adalah mengetahui segala yang berubah dalam realitas. Karena itu baginya, tugas filsafat adalah merinci sifat-sifat dari segala yang ada, prinsip-prinsip dan sebab-sebab pertama (substansia). Tiap ada adalah ada yang konkrit yang dapat diterapkan dalam kategori-kategori (10 kategori/ accidentia).

Kesalahan Plato dalam hal ini adalah bahwa ide yang umum dipisahkan dari yang individual. Dualisme semacam ini ditentang Aristoteles. Dalam hal ini dia hanya mengakui satu realitas saja, yaitu hal-hal yang individual. Dalam hal yang individual itu tercantum yang umum dan tidak pernah lepas di atasnya. Semua yang ada mengambil bagian dari yang ada, tanpa yang ada tiada!

Lalu sekarang, bagaimana perubahan itu terjadi? Bagi Aristoteles, perubahan bisa terjadi dari dalam (benih menjadi pohon), dari luar (hasil karya seniman) dan perubahan tempat (dari sini ke sana). Dari sini dia sebenarnya baru menjelaskan permulaan dan akhir, tetapi belum menjelaskan hakekat dari perubahan itu sendiri.

Benih tentu berbeda dari tumbuhan, tetapi bagaimanapun juga tumbuhan berasal dari benih. Melihat kenyataan ini, dalam momen-momen perkembangan harus ada sesuatu yang terdapat baik dalam benih maupun tumbuhan. Sesuatu itulah yang mendasari perkembangan. Dia disebut bahan yang tidak tertentu, bahan pertama (materia prima). Dari penjelasan ini, Aristoteles selanjutnya mencoba kaitan antara materia dan forma. Baik materia maupun forma tak dapat berdiri sendiri dan keduanya kekal pada dirinya. Materia adalah kemungkinan (potensia) bagi pembentukan (forma/ actus). Dengan demikian, seluruh realitas adalah aktualisasi dari forma dalam materia. Tiap ada yang terbentuk adalah titik permulaan bagi perkembangan baru. Dengan demikian, Aristoteles telah menemukan dua faktor untuk menerangkan realitas.

...bersambung

No comments: